My Eyes On You

Denpasar, Kamis, 24 November 2011

Aku melirik ke pergelangan tangan kiriku. Disana ada jam tanganku dan gelangku. Gelang yang cukup unik karena terbuat dari bahan metal. Hahah. Panorama di sebelah kananku, disana ada dua hal yang masih menarik perhatianku. Satu, novel Eat Pray Love yang ga selesai-selesai aku baca. Dua, es jeruk dingin. Hahah. Menciptakan suasana segar di saat panas meraja-lela. Huff.

Kita, manusia punya mata. Mata untuk melihat dunia yang penuh warna ini. Tentu saja, penglihatan kita terbatas. Ada yang bisa melihat hal-hal lain yang mungkin sering disebut dengan suatu keistimewaan. Melihat hantu? Oh tidak, aku tidak ingin. Melihat masa lalu/masa depan? Hal itu ajaib. Terkadang hanya ingin melihat yang bagus-bagus. Terkadang hanya ingin melihat hal yang memang ingin dilihat.

Kalau kita melihat mata seseorang? Ya, saat berbincang-bincang atau ngobrol dengan orang/beberapa orang, kita tak luput dari mata orang tersebut. Melihat mata seseorang. Terkadang masih ingin mencari-cari, apa arti dari tatapannya. Mata seseorang bisa jadi berbicara. Mata seseorang bisa jadi berkaca-kaca. Tapi kadang aku tak tahu apa artinya.

Tidak semua hal ingin kulihat. Tidak semua hal mampu kulihat. Tidak semua hal bisa menarik perhatianku untuk aku lihat.

I see what i wanna see.

 

Boenz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s