The Memories

the memories

Denpasar, Sunday, December 23th 2012

Halo, kita mulai post ini dengan sebuah pembukaan. Pembukaan proklamasi? Tentu saja bukan. Saat ini aku di depan laptop, ingin menulis, karena kepalaku serasa penuh dengan inspirasi. Oke, boleh dibilang begitu. Aku melihat ke sebelah kananku. Ada blackberryku. Lihat, sudah jam 09.02 pm. Besok hari terakhir kita di Anyelir. Hiks. Menikmati saat-saat terakhir yang singkat ini. Haruskah aku sedih? Haruskah aku menangis? Trus?

Ada dua ajakan berbisnis dari teman lama. Sungguhkah itu bisnis? Atau sekedar main-main? Hahaha. Oya, bolak-balik itu lelah juga ya. Aku jadi lemas. Aku jadi loyo. Tenaga seakan habis terkuras, ya, itu cape banget. Aku perlu istirahat. Aku perlu es teh manis. Aku perlu fanta stroberi lagi. Makan juga tadi sudah banyak. Semoga bisa kembali bersemangat menyambut hari esok.

Apa lagi yang aku bisa lihat dari rumah ini di saat-saat terakhir? Keadaan yang hampir kosong, aku rasa. Katanya nih tanah bakal jadi sekolah. Sekolah apa? Seperti penyaluran tenaga kerja gitu. Mungkin akan menjadi lebih baik. Rumah ini, perlahan aku rasa semakin kosong. Kejadian di sekitar terasa cepat sekali. Hap, lalu jadilah itu kenangan. Kamu boleh mengabadikannya lewat tulisan atau foto. Itu boleh-boleh saja. Tentu saja, suatu saat kamu akan kangen dengan semua ini. Rumah ini, kenangan, dan atmosfer yang panas itu. Haa.

Beberapa hal yang kulihat dan kudengar serasa tidak penting. Aku lebih tertarik dengan sesuatu yang ingin kulihat dan ingin kuketahui. Aku rasa banyak yang mencoba menarik perhatianku. Tapi untuk apa? Haruskah aku melihat semuanya? Aku belum tentu ingin. Karena aku rasa itu tak penting. Pernah terpikir untuk nulis lagu. Hahaha. Aku tetap ingin menjadi penulis. Itu hal yang terus membayangiku. Hehe. Ngomong-ngomong, hari Ibu sudah lewat, kemarin. Sudah aku kasi ucapan selamat kepada Ibu tercinta dan Nenek terkasih. Hahaha. Happy Mother’s Day!!

Orang itu. Aku sempat melihatnya lagi. Memang perlahan datang, tapi pasti membuatku ingin segera menulis. Dia itu asing. Dia itu penuh misteri. Dia itu inspirasi banget. Dari dulu. Gara-gara apanya ya? Hidungnya kali. Wakakaka. Kapan aku akan bertemu dia lagi? Pasti heboh lagi tu orang-orang. Kenapa bisa gitu? Aku juga ga tau. Tuh, kan apa kubilang, dia itu misterius. Sesuatu banget. Hehe.

What next,

Bon

One response to “The Memories

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s