Angin

376269_2595161203991_409327649_n

Denpasar – Kamis, 10 Januari 2013

Padahal tadinya aku ingin menulis di note fb. Eh, error, ya udah. Aku tulis disini aja dulu. Aku mau cerita tentang cuaca akhir-akhir ini. Aku yang sekarang tidur di lantai 2, ngeri sendiri mendengar angin yang berhembus di luar sana. Seperti ada yang mau roboh. Sepertinya ada sesuatu yang rusak oleh angin itu.

Apa sih maunya angin itu? Setelah panas tak karuan juga hujan deras, malah datang si angin ribut. Daun dibawa. Debu dibawa. Pasir dibawa. Sampah dibawa. Tak bisakah kau membawa sedikit ketenangan pada kami semua? Kita kaget. Kami was-was. Yang ada, tak tenang. Yang ada, cemas. Itu maumu, Angin? Tega kamu melihat kita seperti itu? Walaupun kami mengomel sedemikian rupa, kamu tidak akan pernah peduli. Tetap saja kamu berhembus. Seketika pelan, kemudian berhembus kencang. Menggetarkan jendela dan pintu. Pohon-pohon itu menjadi ramai. Mereka ikut ribut gara-gara tingkahmu.

Angin. Angin itu udara yang bergerak. Angin itu sejuk. Angin itu segar. Dicari saat panas. Dibutuhkan semua. Tapi tidak angin ribut ya. Hehe. Angin. Sebuah istilah yang tak asing lagi. Ya, aku ingat. Itu adalah teater Angin. Sewaktu aku sekolah dulu. Aku sempat ikut ekskul itu sebentar sebelum beralih ke PMR. Gimana rasanya ikut Angin, Bon? Kamu mau tau? Hahaha.

Aku ingat saat itu adalah waktunya perkenalan. Pukul 4 sore di lapangan tenis sekolah. Semua orang disuruh berakting seperti yang disuruh oleh senior. Benar-benar gila. Aneh. Dan memalukan. Hahaha. Aku ingat ada yang disuruh menjadi anjing. Wekz. Kalau aku, saat itu bersama salah seorang temanku, dipasangkan, dan kami disuruh berakting layaknya tokoh kartun di sebuah game. Ciat. Ciat, dan ciat. Kita sok saling nendang. Sok saling pukul. Sambil tertawa. Huff, untung ga gila-gila amat. Hahaha.

Latihan Angin berikutnya pukul 4 sore lagi. Pernah di taman budaya. Kita disuruh konsentrasi. Kita disuruh pemanasan. Dan latihan operet. Ya, aku ikutnya sampai itu saja. Lumayan dapat latihan vocal juga. Hehe. Aku sering membawa file-ku juga. Salah seorang seniorku melihatnya. Dan tentu saja, isinya Avril semua. Hahaha. Biasa, fans Avril, Om. Hihi. Oya, aku masih ingat juga sekre-nya. Kumpul tiap pulang sekolah disana. Duduk melingkar sambil mengucapkan angin yang lirih. Aula juga. Ya, disana juga. Miss that moments.

Kebersamaan dan makan,

Bon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s